Banyak pemilik usaha atau manajemen yang tergoda untuk melakukan renovasi atau fit-out ruang kantor tanpa melibatkan jasa profesional yang profesional. Motivasinya sederhana: menghemat biaya. Namun kenyataannya, keputusan ini sering berujung pada kerugian besar, baik secara finansial, operasional, maupun reputasi. Di bawah ini adalah sejumlah kerugian nyata yang umum terjadi.
Menghindari arsitek, desainer interior, atau kontraktor profesional sering kali mengakibatkan kesalahan perhitungan anggaran. Dampaknya:
– Pembelian material yang tidak sesuai spesifikasi atau kualitas buruk → cepat rusak, harus diganti lagi
– Pekerjaan bongkar-pasang ulang akibat kesalahan desain
– Kegagalan memperkirakan kebutuhan utilitas (misalnya kelistrikan, instalasi AC, jaringan lainnya)
Tanpa manajemen proyek yang benar, waktu pengerjaan bisa meleset jauh dari jadwal. Beberapa dampak serius:
– Operasional kantor terganggu atau harus pindah sementara (dengan biaya tambahan)
– Jadwal meeting, produksi, atau layanan pelanggan terhambat
– Karyawan kehilangan motivasi akibat kondisi kerja yang tidak nyaman
Profesional memahami tata letak ruang kerja berdasarkan ergonomi, alur kerja, dan psikologi pengguna. Tanpa itu, hasilnya bisa sangat merugikan:
– Posisi meja terlalu dekat satu sama lain → tidak ada privasi
– Penempatan stop kontak yang tidak logis → boros kabel, bahaya tersandung
– Penerangan tidak maksimal (Ruangan gelap atau terlalu terang → ganggu konsentrasi)